Kamis, 10 Mei 2012

Putri Duyung Cantik Bernama Hannah Fraser

Putri duyung memang hanyalah cerita yang sudah melegenda dan sering menjadi cerita wajib anak sebelum tidur malam. Namun, kisah itu masih melekat dalam benak perempuan cantik bernama Hannah Fraser, yang sudah terpesona akan putri duyung sejak berusia tiga tahun.
Fotografer Ted Grambeau mengabadikan foto indah si Putri Duyung, Hannah Fraser  (36)yang sedang berenang bersama seekor paus. Foto ini di ambil untuk tujuan konservasi (Foto: Ted Grambeau/Dailymail)
Usia sembilan tahun, ia membuat ekor duyung pertamanya, yang selalu dikenakan saat bermain di pantai. Hobinya mengenakan pakaian putri duyung terbawa hingga saat ini, meski usia Hannah sudah 36 tahun.

Hannah, seorang wanita Australia yang kini tinggal di LA, membuat ekor putri duyung pertamanya pada usia sembilan tahun, setelah melihat film Splash yang dibintangi Daryl Hannah
Sebabnya, Hannah bekerja sebagai artis, model, dan penampil, yang berenang dengan ikan paus, lumba-lumba, ikan pari, dan bahkan hiu. Ia juga seorang pecinta lingkungan. Menurut berita yang dilansir dari Dailymail, Rabu (9/5), Hannah mendapat banyak tawaran menjadi model sebagai putri duyung.

Hannah Fraser telah terpesona dengan putri duyung sejak berusia tiga tahun dan dapat berenang ke kedalaman menggunakan ekor buatan sendiri nya. Sekarang Hannah bekerja sebagai aktris, model dan pemain, ia berenang dengan ikan paus, lumba-lumba, ikan pari dan hiu
Warga Australia yang kini menetap di Los Angeles ini mampu bertahan lama saat berada di dalam air. Ia bisa menahan nafas hingga dua menit, dan berenang ke kedalaman 45 kaki, yang memungkinkan Hannah bergerak bebas bagai seorang putri duyung yang nyata, tanpa memerlukan bantuan peralatan menyelam.

Satu-satunya ikan yang paling di takuti Hannah adalah hiu, karena menurutnya mereka sangat menyeramkan. Akan tetapi hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus melakukan kampanye tentang pentingnya menjaga kelestrarian kehidupan laut
Tahun 2007, ia berenang dengan ikan paus humpback di pulau Vava'u, Tonga. Foto itu digunakan sebagai promosi konservasi laut dan menentang perburuan ikan paus. Pengambilan foto itu dilatarbelakangi atas kekesalan Hannah dan suaminya yang seorang surfer, Dave Rastovich, terhadap perizinan pembantaian ikan paus berkedok 'penelitian ilmiah' oleh International Whaling Commission.

Foto bawah air menunjukkan Hannah yang sedang berenang dengan lumba-lumba dan paus, menurutnya ikan-ikan besar itu tertarik dengannya
"Tindakan itu sangat menyedihkan, dan kami pergi ke suatu tempat untuk berhubungan dengan ikan paus demi meningkatkan kesadaran akan ekosistem laut," tutur Hannah.

Pasangan ini akhirnya terbang ke Tonga bersama fotografer Ted Grambeau dan pembuat film Bali Strickland. Foto-foto yang berhasil diambil Ted dan dokumenter yang direkam Bali, mampu menangkap gambar indah ikan paus humpback yang berenang bebas dengan Hannah.

Ada pengalaman seru yang dialami Hannah saat berenang dengan ikan paus di Tonga. Ia tidak pernah lupa bunyi keras yang dikeluarkan oleh ikan paus di bawah air. Foto yang diambil Ted juga muncul di buku cerita anak-anak berjudul 'The Surfer and the Mermaid', yang bertujuan untuk memberi inspirasi konservasi ikan paus pada anak sejak dini.

"Semua gambar Hannah bersama ikan paus benar-benar puitis dan seperti nyata. Suatu gambar yang indah," ujar Ted.

Hannah terlihat sedang berenang dengan ikan paus humpback di Pulau Vava'u, Tonga. Foto ini di ambil untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kehidupan laut dan menentang perburuan paus
Di tahun 2007 pula, Hannah berenang di laut Taiji, Jepang, bersama 30 peselancar, selebriti, dan musisi, dalam upaya menghentikan pembantaian kejam ribuan lumba-lumba oleh nelayan setempat. Hannah mengatakan, sebagian lumba-lumba ditangkap nelayan, dan lumba-lumba lain dijerat dengan iringan tali dari tengah teluk yang digiring kearah para nelayan yang menanti dengan pisau.

Ketika itu, ia mendapat pengalaman pahit karena dipukul oleh nelayan dengan dayung dan tongkat kayu. Sehingga, Hannah dan rekan lain tidak bisa mendekat kearah nelayan dan tidak mampu menyelamatkan lumba-lumba.

"Kekecewaan saya begitu besar dan tidak terlukiskan. Aku menangis berjam-jam, setelah usai melakukan aksi itu," terang Hannah.

Pembuat film Rob Benavides saat ini sedang membuat film dokumenter tentang Hannah, yang akan menampilkan Hannah sebagai putri duyung untuk kampanye kehidupan laut
Tahun 2009, ia terbang ke Meksiko dan berenang mengenakan kostum putri duyung di pulau Guadalupe. Kali ini pengalamannya lebih menakutkan.

Karena, Hannah berenang dengan ikan hiu putih yang sangat besar, berukuran sekitar 14 kaki. Hannah mengatakan bahwa ketakutannya selama ini adalah berenang di laut yang ada ikan hiu. Namun, ia berpikir bahwa bila ingin menjadi putri duyung profesional, ia harus mampu mengalahkan ketakutannya itu.

Daryl Hannah yang memerankan putri duyung di film Splash tahun 1984, sosok yang pertama kali menjadi inspirasi bagi Hannah Fraser
Saat ini, Hannah Fraser merupakan tokoh dalam sebuah buku anak-anak baru berjudul 'Last Night I Swam With A Mermaid' yang dikarang oleh Kimberley Muller. Pembuat film Rob Benavides bahkan sedang syuting film dokumenter tentang kehidupan Hannah, yang akan menampilkan karyanya sebagai model, penyelam, dan kampanye kehidupan laut.

"Salah satu pesan penting dalam konservasi laut saat ini adalah adanya penangkapan yang berlebihan. Kami harus meminta negara untuk lebih mengatur industri perikanan mereka," kata Rob.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost