Senin, 02 Agustus 2010

Patung Sudirman Jaga Pulau Kosong di NTT



Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso meresmikan patung Jenderal Sudirman di Pulau Ndana, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin 2 Agustus 2010.
Patung itu berdiri di pulau tak berpenghuni seluas 14,19 km persegi atau sekitar 1.400 hektar, yang merupakan pulau terselatan Indonesia. 



Bupati Rote Ndao, Lens Haning menyatakan, dengan adanya Patung Sudirman ditengah-tengah pulau Ndana, memberikan bukti bahwa tidak akan ada klaim dari pihak manapun untuk merebut pulau itu dari NKRI.


"Rencana awal Presiden SBY yang akan meresmikan. Tetapi karena ada tugas negara, presiden menyerahkan kepada Panglima TNI meresmikan patung Jenderal Besar Sudirman di Pulau Ndana," ujar Haning saat dihubungi VIVAnews.

Pembangunan patung Sudirman mengggunakan anggaran sekitar Rp600 juta yang dialokasikan satuan kerja Pengembangan Prasarana dan Sarana Kawasan Perbatasan NTT, Subdin Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum.

Pulau Ndana termasuk dalam lima pulau terluar di NTT atau salah satu dari 92 pulau terluar Indonesia. Empat pulau terluar lainnya di NTT yakni Pulau Batek di Kabupaten Kupang, Menggudu dan Salura di Sumba Timur dan Pulau Dana Sabu, di Kabupaten Sabu Raijua.

Awalnya pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengusulkan tiga nama pahlawan untuk penamaan monumen itu yakni yakni Prof Dr WZ Johanes, Jenderal Soedirman, dan Pancasila Sakti. "TNI memilih patung Jenderal Sudirman," kata Haning.

Selain sebagai cagar alam, Pulau Ndana memiliki danau berwarna yakni Danau Merah, Danau Biru, dan Danau Hijau. Danau Merah terletak di selatan pulau dengan luas paling besar, Danau Hijau dengan luas sedang terletak di tengah pulau, dan Danau Biru yang terletak di utara pulau luasnya paling kecil.

Terdapat pula bangunan mercusuar yang dibangun Departemen Perhubungan sebagai petunjuk bagi kapal-kapal yang melewati wilayah perairan disekitar pulau.

Pulau ini berhadapan dengan salah satu obyek wisata tersohor yakni pantai Nemberalla, salah satu lokasi selancar terbaik didunia. Sementara potensi flora dan faunanya terdiri dari sekitar 17 jenis flora dan 27 jenis fauna, yang berkembang biak secara liar.
Seperti diketahui juga, sejak tahun 2006, pemerintah menempatkan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar Marinir TNI AL untuk mengamankan pulau itu, setelah masyarakat melaporkan adanya aktivitas warga asing di pulau yang dijadikan sebagai salah satu cagar alam untuk penangkaran rusa Timor.

Reaksi:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Web Hosting Bluehost